Selasa, 14 Mei 2013

karya tulis (study tour to WBL)




KEINDAHAN KAWASAN BAHARI LAMONGAN

KARYA TULIS


Disusun untuk Memenuhi Persyaratan
Mengikuti Ujian Nasional
SMA Negeri 1 Ngunut
Tahun Ajaran 2011-2012




 













Oleh


1.      Arina Nur Afifah                    ( XII IPA 1 )               ( 6542 )
2.      Lia Nur Alima                         ( XII IPA 1 )               ( 6683 )
3.      Nuryl Hanani Ismah                ( XII IPA 1 )               ( 6741 )

UPTD SMA NEGERI 1 NGUNUT
TAHUN 2011 - 2012
LEMBAR PENGESAHAN

            Karya tulis yang berbentuk laporan ini telah diperiksa dan disetujui pada hari………… ...tanggal………………

Oleh

Pembimbing I                                                  Pembimbing II



    Mashadi,S.Pd                                                        Dra. Si’in
     NIP. 19641127 198903 1 009                            NIP. 19640510 198512 2 003



Mengetahui
Kepala UPTD SMA Negeri 1 Ngunut



Drs. Purwanto Al Setya P.
Pembina Tk.1
NIP. 19580608 198503 1 019

KATA PENGANTAR
            Puji syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan yang maha Esa, atas limpahan rahmat dan karunianya  sehingga kami dapat menyelesaikan laporan study tour  ini dengan baik. Laporan study tour ini berjudul “KEINDAHAN KAWASAN  BAHARI LAMONGAN “.
Dengan terselesainya laporan ini, tidak lupa kami ucapkan terima kasih kepada :
  1. Bapak Drs.Purwanto Al Setya P. selaku kepala sekolah SMA Negeri I Ngunut yang telah memberikan izin kepada kami untuk melaksanakan study tour lamongan.
  2. Bapak  Drs. Bakri  selaku wali kelas  yang telah memberi bantuan kepada kami, baik saat persiapan maupun saat pelaksanaan study tour.
  3. Bapak Drs. Mashadi,S.Pd., selaku pembimbing I dan ibu Dra. Siin., selaku pembimbing II  yang telah membimbing kami saat kegiatan study tour.
  4. orang tua kami yang memberikan izin., dukungan, dan  bantuan baik segi material maipun spiritual
  5. Petugas perpustakaan yang telah menyediakan literatur bagi kami, sehingga laporan dapat selesai pada waktunya
  6. Teman-teman yang telah membantu dalam menyelesaikan  penyusunan  laporan study tour ini.
Kami menyadari bahwa laporan ini masih jauh dari sempurna. Oleh karena itu, dengan segala kerendahan hati, kami  mohon semua pihak  agar  berkenan untuk  memberikan kritik dan saran demi perbaikan laporan ini.apabila terdapat kesalahan-kesalahan didalam penulisan laporan ini kami selaku sebagai penyusun, mohon maaf kepada semua pihak.
Akhir kita, semoga laporan ini berguna dan bermanfaat bagi kita semua. serta dapat memberi kepuasan bagi pembaca.

Ngunut,  Desember 2011
        Tim Penyusun

DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL……………….………………………….………..i
LEMBAR PENGESAHAN……………………………………..……...ii
KATA PENGANTAR…………………………………………….…...iii
DAFTAR ISI…………………………………………………..….....…iv
BAB I             PENDAHULUAN…...................................................................1
A.    Latar Belakang Penulisan Laporan………………………..1
B.     Rumusan Masalah Penulisan Laporan…………………….1
C.     Tujuan Penulisan Laporan………………………………...2
BAB II TINJAUAN KEPUSTAKAAN……………………..…….…..3
A.    Pengertian Obyek Wisata…………………………………3
B.     Macam-macam Obyek Wisata……………………....……3
C.     Kronologi Perjalanan Karya Wisata…………………..…17
BAB III METODOLOGI PENULISAN LAPORAN………..………20
A.    Penyajian Data………………………………………...…20
B.     Analisis Data………………………………………….....21
1.      Aspek Sosiologi……………………………..………21
2.      Aspek Ekonomi………………………………..……22
3.      Aspek Sejarah/Kebudayaan……………………...….23
4.      Aspek IPTEK………………………………………..24
5.      Aspek Lingkungan Hidup…………………………...24
BAB IV PENUTUP…………………………………………………...26
A.    Kesimpulan……………………...………………...…...26
B.     Saran-saran………………………………………..…...26
DAFTAR KEPUSTAKAAN…………………………………………28
LAMPIRAN-LAMPIRAN…………………………………………...29
 



BAB I
PENDAHULUAN

1.1  Latar Belakang Penulisan Laporan
      Belajar adalah kewajiban setiap siswa. Terkadang para siswa membutuhkan kegiatan seperti halnya rekreasi. Karena kegiatan belajar mengajar para siswa selama ini dirasa membutuhkan varian metode belajar yanag menarik, misalnya belajar di luar ruangan. Oleh karena itu kegiatan STUDY TOUR sangat mendukung dalam hal ini. Karena selain siswa dapat mempelajari banyak hal mengenai tempat wisata, mereka juga dapat sekaligus rekreasi.
            Dengan demikian, STUDY TOUR yang diadakan SMA NEGERI 1 NGUNUT  pada tanggal 25 Juni 2011 di Wisata Bahari Lamongan (WBL) antara lain bertujuan untuk:
§  Memenuhi persyaratan sebagai bahan pemenuhan nilai.
§  Untuk menyegerkan fikiran.
1.2  Rumusan Masalah Penulisan Laporan
Rumusan masalah pada karya tulis ini adalah sebagai berikut:
1.      Bagaimana sejarah terbentuknya obyek Wisata Bahari Lamongan dan Maharani Zoo & Goa?
2.      Apa saja keuntungan yang kita dapat dari study tour ke Kabupaten Lamongan?
3.      Seperti apakah obyek wisata dan khasanah budaya yang berkembang di Jawa Timur pada saat ini?
4.      Bagaimana pengaruh berdirinya Wisata Bahari Lamongan dan Maharani Zoo & Goa ditinjau dari aspek sosiologi, ekonomi, sejarah/kebudayaan, IPTEK dan lingkungan hidup?
1.3  Tujuan Penulisan Laporan
Tujuan dari penulisan karya tulis ini adalah:
1.      Mengetahui sejarah berdirinya Wisata Bahari Lamongan dan Maharani Zoo & Goa hingga menjadi menarik seperti sekarang ini.
2.      Mengetahui keuntungan dan manfaat apabila kita mengunjungi kedua obyek wisata tersebut yang merupakan obyek wisata edukasi.
3.      Membantu memilih mana saja obyek wisata yang ada, khususnya di Jawa Timur yang patut dijadikan wahana wisata keluarga.
4.      Mengetahui pengaruh berdirinya Wisata Bahari Lamongan dan Maharani Zoo & Goa ditinjau dari aspek sosiologi, ekonomi, sejarah/kebudayaan, IPTEK dan lingkungan hidup.

BAB II
TINJAUAN KEPUSTAKAAN
                
2.1 Pengertian Objek Wisata
            Obyek Wisata adalah perwujudan ciptaan manusia, tata hidup, seni, budaya, sejarah bangsa dan tempat atau keadaan alam yang mempunyai daya tarik untuk dikunjungi (Anonymous.1986)
            Selanjutnya Direktorat Perlindungan dan Pengawetan Alam (1979) mengasumsikan obyek wisata adalah pembenaan terhadap ajakan pengusahaan yang meliputi kegiatan pemeliharaan dan pengawasan terhadapa kawasan wisata. Obyek wisata yang mempunyai unsur fisik lingkungan berupa keanekaragaman satwa, geofologi, tanah, air, udara dan lain sebagainya serta untuk akibat dari lingkungan yang meminta anggapan manusia melalui nilai tertentu untuk keindahan, keunikan, kelangkaan, keragaman alam dan keutuhan (Anonymous. 1987)

2.2 Macam-macam Obyek Wisata
            Dalam perjalanan tour ini tempat wisata yang kami kunjungi adalah sebagai berikut:
1. Wisata Bahari Lamongan (WBL)
2. Maharani Zoo & Goa


A. Wisata Bahari Lamongan (WBL)
a. Lokasi
            Wisata Bahari Lamongan dan terletak di Jalan Raya Deandels, Desa Paciran, Kecamatan Paciran, Kabupaten Lamongan, Provinsi jawa Timur. Akses menuju lokasi dapat ditempuh dengan kendaraan jenis apapun, karena letaknya tepat di tepi Pantai Utara (Pantura). Lokasi WBL dilintasi jalur utama pantai utara yang menghubungkan Jakarta-Surabaya dan juga dilintasi jalur Surabaya-Cepu-Semarang, sehingga wisatawan yang menggunakan mobil pribadi melewati kedua jalur tersebut bisa langsung menuju ke lokasi Wisata Bahari Lamongan.
            Sedangkan bagi wisatawan yang berangkat dari terminal Bungurasih Surabaya dapat menggunakan bus kota No. PB jurusan Terminal Wilangan menuju kota Gresik. Dari Terminal Wilangan, pengunjung dapat mengunakan bus jurusan Paciran. Setelah sekitar 1,5 jam pengunjung dapat turun di depan pintu gerbang Wisata Bahari Lamongan. Selain itu, bagi wisatawan yang berangkat dari Terminal Babat Lamongan, yang merupakan persimpangan antara jalur Surabaya-Semarang dengan jalur Malang-Jombang-Tuban, dapat menggunakan taksi atau angkutan umum menuju lokasi WBL. Dan pengunjung yang berangkat dari Stasiun Kota Lamongan dapat menggunakan taksi atau angkutan umum dengan jarak tempuh kira-kira 1 jam.
            Begitu juga dengan pengunjung yang menggunakan jasa trafel dapat melewati jalur tersebut ataupun jalur lain untuk menghindari kemacetan.
b. Selayang Pandang  
            Melenggang ke Wisata Bahari Lamongan (WBL) di Kecamatan Paciran, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, sunguh menyenangkan. Hamparan pasir yang luas, rerimbunan pohon aren dan kelapa di sepanjang bibir pantainya yang dapat dinikmati sepanjang perjalanan menuju lokasi membuat objek wisata andalan Lamongan ini cocok sebagai tempat berlibur dan melepas penat bersama keluarga. Kawasan WBL merupakan hasil perpaduan aspek- aspek nature (alam), culture (budaya) dan architecture (bangunan) yan bernuansa global tapi tetap mempertahankan ciri khas lokal.
            Kehadiran Wisata Bahari Lamongan (WBL) merupakan pelengkap wahana wisata di kabupaten Lamongan yang telah ada sebelumnya yaitu Pantai Tanjung Kodok dan Goa Maharani yang terletak di pesisir utara pulau Jawa. WBL berdiri di atas tanah seluas 17 hektar dengan berbagai fasilitas yang siap memanjakan pengunjung dengan konsep “one stop service”. WBL diresmikan oleh Bupati Lamongan pada saat itu yaitu H.Masyfuk,SH pada tanggal 14 November 2004, dan mulai saat itulah WBL mulai dikenal sampai ke luar Lamongan.
            Kini obyek wisata yang merupakan pengembangan tempat wisata Pantai Tanjung Kodok tersebut, menjadi salah satu katalog agenda wisata keluarga di Jawa Timur. Karena itu, selain Jawa Timur Park I yang bertempat di wilayah Malang, masyarakat  Jawa Timur juga bisa memilih WBL sebagai salah satu tempat tujuan wisata.
            Daya tarik WBL tidak hanya terletak pada fasilitas wisata yang lengkap dengan pemandangan lepas pantai laut Jawa, namun juga pada nilai sejarahnya. Pada tahun 1936, tidak jauh dari lokasi WBL, kapal penumpang Van Der Wijk tenggelam pada kedalaman sekitar 45 m di pantai utara Jawa. Alamarhum Buya Hamka pernah menimba inspirasi   dari daerah tersebut guna menulis roman tenggelamnya kapal Van Der Wijk yang terkenal itu.
            Bisa dipastikan daya tarik WBL semakin memikat saat perluasan tahap kedua kawasan tersebut rampung. Perluasan WBL tersebut dengan cara menyatukan Goa Maharani dalam satu paket wisata, serta menambahkan berbagai macam satwa lokal maupun manca negara yang berlokasi di area Goa Maharani, sehingga saat ini Goa Maharani dirubah namanya menjadi Maharani Zoo dan Goa. Sebagai sarana penghubung, pengunjung dapat memanfaatkan jembatan jalan dan eskalator yang menghubungkan antara WBL dan Maharani Zoo dan Goa.
c. Keistimewaan
Wisatawan yang berkunjung ke lokasi Wisata Bahari Lamongan akan disuguhi panaroma pepohonan rindang yang menambah sejuknya lokasi. Pintu masuk Wisata Bahari Lamongan dibuat sangat menarik dengan adanya patung kepiting jingga berukuran raksasa yang memamerkan capit besarnya yang merupakan ikon / lambang dari Wisata Bahari Lamongan. Seiring dengan semakin majunya ilmu pengetahuan dan teknologi, fasilitas penunjang Wisata Bahari Lamongan inipun semakin modern pula. Jembatan penghubung antara Wisata Bahari Lamongan dan Maharani Zoo dan Goa, dilengkapi dengan eskalator dan balkon-balkon yang menhindarkan pengunjung dari terik matahari, sehingga jalan kaki dengan jarak kurang lebih 1.200 m tidak terasa melelahkan. Keistimewaan lain dari Wisata Bahari Lamongan ini adalah potensi alamnya yang indah, hamparan pasir pantainya yang putih, gua dan berbagai macam satwa yang menawan. Keindahan Goa, Kebun Binatang, pantai dan segala macam wahana yang ada di dalam WBL menambah kepuasan tersendiri bagi pengunjung.

d. Harga Tiket
         Wisatawan yang berkunjung ke Wisata Bahari Lamongan dan Maharani Zoo dan Goa dikenai tarif yang bervariasi. Berikut merupakan daftar harga tiket untuk paket wisata yang berlokasi di Wisata Bahari Lamongan dan Maharani Zoo dan Goa:
a. Maharani Zoo dan Goa                   : Rp 25.000,00
b. Maharani Zoo dan Goa + WBL      : Rp 70.000,00
         c. Wisata Bahari Lamongan                : Rp 45.000,00
            Harga tiket yang bervariasi tersebut tergantung dengan hari kunjungnya dan fasilitas yang ingin dinikmati. Khusus untuk Wisata Bahari Lamongan (WBL), tak semua wahana dapat dinikmati dengan Biaya tersebut, terdapat beberapa wahana khusus yang untuk menikmatinya membutuhkan biaya tambahan seperti halnya Go Kart dan arena ketangkasan.
e. Akomodasi dan Fasilitas Lainnya
            Wisata Bahari Lamongan (WBL) menawarkan suasana tersendiri bagi para wisatawan yang berkunjung. Wisata yang telah berdiri sejak tahun 2004 sebagai hasil pengembangan obyek wisata yang telah ada sebelumnya yaitu Tanjung Kodok. Tempat wisata yang memadukan konsep wisata bahari dan dunia wisata dalam areal seluas 11 hektar ini siap memanjakan pengunjung dengan konsep “One Stop Service” mulai jam 09.00-17.30 WIB setiap harinya.
            Pada tiap tahunnya Wisata Bahari lamongan selalu menghadirkan 3 wahana baharu yang menambah menariknya tempat wisata ini. Adapun berbagai wahana yang ada pada Wisata Bahari Lamongan pada tahun 2011 adalah sebagai berikut:
1.      Shouvenir Shop                             22. ATV
2.      Rumah Kucing                              23. Istana Boneka
3.      Arena Ketangkasan                       24. Galeri Kapal dan Kerang
4.      Video Game                                  25. Sarang Bajak Laut
5.      Bioskop 3D                                   26. Goa Insectarium
6.      Rumah Sakit Hantu                      27. Tembak Ikan
7.      Go Kart                                         28. TAGADA
8.      Rottary Coaster                             29. Taman Berburu
9.      Istana Bawah Laut                                    30. Drop Zone
10.  Motho cross                                  31. Planet Kaca
11. Crazy Car Coaster                         32. Water Slide
12. Playground Remaja                       33. Panggung Gembira
13. Ranger                                           34. Kolam Renang
14. Menara Ru’yaat                            35. galapagos
15. Paus Dangdut                               36. kano & Sepeda Air
16. Tanjung Kodok                             37. Kolam Penyu
17. Jet Coaster                                                38. Dermaga Pemancingan
18. Bumper Car                                   39. Resto Marina
19. Space Shuttle                                40. Banana Boat, dll
20. Permainan Air                               41. Texas City
21. Fliying Fox                                    42. Anjungan Wali Sanga
            Selain itu tersedia pula fasilitas pendukung seperti pasar hidangan, pasar wisata, pasar buah dan ikan serta fasilitas umum lain seperti mushola, klinuk, ATM, tempat menyusui ibu dan bayi, toilet dan lain sebagainya.
            Di kawasan Wisata Bahari Lamongan dan Maharani Zoo dan Goa, tersedia lokasi parkir yang luas dan berbagai tempat belanja khas Jawa Timur seperti took Cinderamata, pasar buah, pasar sayur, warung-warung makan yang dibuka mulai pukul 09.00 hingga 21.00 WIB.
            Dalam kawasan Wisata Bahari lamongan tersebut, terdapat pula makam Sunan Drajat dan makam Sunan Sendang Dhuwur, penyebar agama islam di pulau Jawa. Kedua makam tersebut memiliki arsitektur yang diengaruhi oleh Kerajaan Majapahit. Selain itu, sekitar 6 km kearah  barat terdapat Pelabuhan Ikan Brondong yang dilengkapi dengan tempat pelelangan ikan yang sangat terkenal di Jawa Timur.
            Bagi yang ingin menginap, Wisata Bahari Lamongan juga menyediakan hotel berbintang tiga, yaitu Tanjung Kodok Beach Resort yang meliputi cottage, paviliun, fungtion hall dan hotel dengan kapasitas 50-60 kamar, yang memanjakan pengunjung dengan panorama indah pantai serta putihnya pasir pantai. Di Tanjung Kodok Beach resort ini, wisatawan bisa menginap dengan 5 sampai 15 orang dalam satu kamar dengan harga bervariasi.
            Beberapa Akomodasi lainnya dari Wisata Bahari Lamongan adalah sebagai berikut:
1. Peta fasilitas wisata untuk memudahkan menuju lokasi.
2. Fasilitas kolam renang dan berbagai permainan air
3. Wahana permainan gratis
4. Wahana Ilmu Pengetahuan
5. Wahana Air
6. Sentra makanan dan oleh-oleh


B. Maharani Zoo dan Goa
a. Letak Geografis
            Hanya berjarak kurang lebih 200 meter dari pantai Laut Jawa yang berada di kawasan wisata pantai Tanjung Kodok (Sekarang telah berubah nama menjadi kawasan Wisata Bahari Lamongan), Goa Maharani merupakan salah satu obyek wisata goa yang cukup terkenal di Indonesia. Lokasi Goa Maharani sangat strategis sebagai tempat wisata untuk santai istirahat dalam perjalanan wisata budaya ziarah makam Walisongo di sepanjang pantai utara Pulau Jawa. Di sebelah timur Goa Maharani terdapat makam Sunan Drajat sedangkan di selatan goa kurang lebih 1,5 km terdapat situs makam Sunan Sendang Duwur yang berada pada Gunung Amitunon, tempat pembakaran mayat di Zaman Majapahit dan Singosari.
b. Karakteristik
            Dengan luas yang tidak seberapa besar yakni 2.500 m2, dibutuhkan waktu kurang lebih setengah jam untuk mengitarinya dengan mengikuti tangga dan jalan setapak yang dibangun di dalam gua tersebut dan terbuat dari semen. Pada bagian atas gua dibuatkan jalan angin berupa blower kipas angin yang menembus batu setebal 5 meter. Berbagai lampu sorot warna-warni memperkuat dan memperjelas sisi-sisi gua ini yang memang penuh dengan berbagai bentuk maupun ornament dari bebatuan stalagtit / stalagmit. Ornamen bebatuan stalagtit dan stalagmit tersebut cukup unik, ada yang berbentuk mirip singgasana raja adapula yang mirip dengan flora/fauna. Terdapat puluhan nama yang mewakili sekelompok tertentu dari batuan gua.
c. Sejarah Goa Maharani
            Maharani Zoo dan Goa yang merupakan perkembangan dari Goa Maharani yang terletak selokasi dengan Wisata Bahari Lamongan dan hanya berbatas dengan jalan raya. Goa Maharani berada pada kedalaman 25 meter di bawah permukaan tanah. Goa dengan luas 2.500 m2 ini ditemukan pada tanggal 6 Agustus 1992 oleh salah satu orang dari sekelompok penambang fosfat yang bernama Sugeng yang dimandori oleh Sunyoto. Tatkala rekan-rekan kerjanya telah mulai istirahat siang karena kelelahan, Sugeng tetap bekerja tanpa firasat apapun. Tiba-tiba saja ujung linggisnya menembus sebuah dinding dimana terdapat rongga besar di dalamnya. Sugeng bersama teman-temannya dengan gemetar memasuki gua yang masih perawan ini dengan penerangan lampu senter. Decak kagum menyelimuti hati para pekerja harian itu ketika mereka berada dalam rongga tanah berkapur yang ternyata amat luas dan penuh dengan keindahan bebatuan stalagtit dan stalagmit yang menakjubkan. Dari pantulan lampu senter terlihat gemerlap kilauan bintik-bintik terang bak intan berlian memantul ke wajah. Itulah kerlap kerlip batu kapur di langit-langit di lantai dan di dinding goa, terkena sinar dari luar lewat pintu goa yang baru dibuat oleh Sugeng dan kawan-kawannya.
            Dua hari mereka merahasiakan penemuan gua ini namun setelah itu bocor juga berita adanya gua di kawasan Tanjung Kodok. Pada saat itu juga mandor Sunyoto segera melaporkan kepada Camat Paciran dan diteruskan ke Pemerintah Dati II Lamongan tentang penemuan gua indah oleh pekerjanya.
            Masyarakatpun mulai berbondong-bondong memasuki gua untuk melihat kecantikan isi gua dengan bantuan lampu penerangan petromaks. Namun sayangnya banyak penunjung yang merusak ujung-ujung stalagtit untuk dibawa pulang. Untuk pengamanan sementara maka dibuatkan pintu berjeruji besi pada awal minggu kedua setelah penemuan gua tersebut.
            Keunikan terjadi saat pemberian nama gua ini. Banyak orang saling mengusulkan nama untuk gua yang baru ditemukan baik dari penjabat maupun dari masyarakat. Akhirnya oleh Bupati Lamongan diberi nama Goa Maharani, yang merupakan ide dari istri Sunyoto, berdasarkan mimpi yang diperolehnya sebelum gua itu ditemukan. Kabarnya sehari sebelum tanggal 6 Agustus 1992, Ny. Sunyoto bermimpi bahwa direlung batu di depan gua baru tempat kerja suaminya ini terlihat seorang wanita cantik memakai mahkota warna-warni.
            Mahkota cantik ini bercahaya kemilau berlapis emas bertahtakan intan berlian, bermotifkan bunga mawar dan dahlia. Ketika Ny. Sunyoto terbangun dalam keheningan malam, ia merasakan ada bisikan bahwa dia baru saja melihat mahkota indah milik seorang ratu yang disebut Maharani. Sang Ratu bermahkota indah ini tampak dalam relung di depan pintu gua yang akhirnya menjadi kenyataan.
            Nama maharani atau Istana Maharani sangat cocok ditetapkan, sebab di dalam gua ini terdapat banyak kenyataannya. Kondisi dalam gua, bak istana dimana terdapat seonggok bebatuan stalagmit di pelataran gua yang mirip mahkota raja putri ( Ratu Maharani). Ruangan gua istana maharani dipenuhi pilar-pilar penyangga dan langit-langit berukir. Sungguh sangat mempesona jika telah masuk gua istana Maharani.
            Goa Maharani kemudian diresmikan oleh Bupati Lamongan tanggal 10 Maret 1994 sebagai salah satu obyek wisata di Kabupaten Lamongan.
d. Game Stone Gallery
               Daya tarik terbesar terletak pada aneka bentuk batu yang jarang ditemui. Apalagi di batu-batu itu juga dilengkapi dengan mitos yang mengiringinya. Sebut saja misalnya Rose Quarts sphere berbentuk Kristal trigonal, fuschite, dan Rough Variscite. Serupa dengan Kynite Blade, di sisi batu-batu ini terpampang pula keterangan singkat. Rose Quarts Sphere disebut-sebut mampu memberi energi cinta, kelembutan dan perasaan senang. Singkat kata, dalam diri seseorang akan timbul rasa cinta jika berada di dekat Kristal ini.
               Kristal lainnya, Fuschite asal India, disebut-sebut menimbulkan energi positif yang tinggi. Bekerja dengan batu ini bisa mendorong seseorang menggunakan kelebihan fikiran dan dipandu oleh hati yang bijaksana. Kalau sedang butuh kedamaian hati, cinta, kejelasan dan penyembuhan emosi, RoughVariscite bisa menjadi referensi. Setidaknya begitulah yang tertera dalam petunjuk yang menyertai Kristal tersebut.
               Selain Kristal dan bebatuan warna, di galeri ini juga bisa ditemui sejumlah fosil, seperti trilobite, sejenis binatang berbuku-buku yang hidup sekitar 535 juta tahun yang lalu. Batu-batu dalam lemari kaca bening menciptakan kesan apik berbalut suasana gua alamiah yang eksotis.
               Koleksi batu di Gems Stone Gallery mencapai 430 buah. Batuan ini 60% milik investor Mazoala, sedangkan sisanya dipinjamkan oleh sejumlah kolektor. Masuknya unsur mitiologi di galeri batuan ini tidak terlepas dari upaya untuk mengisahkan batu yang tidak sekedar batu. Ada makna dibalik bebatuan itu. Dipajanglah narasi yang menggugah pengunjung untuk mengenal lebih dalam, tidak sekedar tertarik dengan warna-warni belaka.
               Cerita dibalik batu ini yaitu seputar cinta, kedamaian, telepati dan kebijaksanaan, bukan dibuat sembarangan. Semua melalui riset dan penelitian. Sumbernya bisa dari ensiklopedia dan situs internet
               Apalagi,  Mazoala memang memiliki target pasar sebagai obyek wisata edukasi. Pengunjung selain diajak berekreasi juga diberi tambahan pengetahuan. Konsep ini juga tampak dari penataan kebun binatang dan ruang diaroma satwa.
e. Keistimewaan
            Goa Maharani memiliki berbagai macam stalakmit dan stalaktit yang luar biasa indahnya contohnya saja stalakmit busono pandhito yang merupakan stalakmit terbesar dalam Goa Maharani. Keindahan yang ada dalam goa di sempurnakan dengan terjaganya kebersihan, dan terawatnya infrastruktur yang ada di dalamnya. Seiring dengan kemajuan zaman, goa Maharani dilengkapi dengan lampu berbagai macam warna yang di tempatkan di sudut-sudut goad an disamping tiap stalakmit dan stalaktit sehingga mempercantik goa tersebut dan memudahkan para pengunjung untuk melihat dan mungkin mengabadikan moment indah di dalam goa tersebut.
            Selain itu, pada tahun 2008 tempat wisata Goa Maharani semakin lengkap dengan didatangkannya berbagai macam satwa lokal maupun mancanegara yang eksotis dan langka yang menghuni kawasan Goa Maharani hingga saat ini. Ratusan satwa albino yang menawan pun tak ketinggalan didatangkan pula dari berbagai negara dari wilayah Asia, Australia, Afrika dan lainnya .
            Tidak hanya itu, tetap selokasi dengan Goa Maharani didirikan pula Galeri Satwa yang memamerkan berbagai macam satwa yang telah diawetkan dan patung-patung satwa yang telah punah yang tentunya dilengkapi dengan informasi-informasi tentang hewan tersebut mulai dari asal, ukuran tubuh, habitat dan lain sebagainya yang sangat lengkap untuk pembelajaran. Di dalam galeri satwa tersebut di pamerkan pula berbagai fosil dinosaurus dengan ukuran raksasa yang mirip dengan aslinya, yang digunakan sebagai ajang foto bagi pengunjung. Pada hari libur, Maharani Zoo dan Goa juga menyuguhkan wahana tambahan yakni Animal Show dan Live Music yang sangat menghibur. Atraksi beberapa satwa seperti harimau, singa, ular bahkan buaya mengundang takjub semua pengunjung yang menyaksikannya.

2.3 Kronologi Perjalanan Karya Wisata
A. Persiapan Pemberangkatan
            Study Tour ke Wisata Bahari Lamongan (WBL) dan Maharani Zoo dan Goa ini dilaksanakan pada hari Sabtu tanggal 25 Juni 2011. Pada rencana awal pemberangkatan dimulai pada pukul 03.00 WIB, namun karena suatu dan beberapa hal, pemberangkatanpun dimulai pada pukul 05.00 WIB, mundur 2 jam dari rencana awal. Sebelum berangkat, tak lupa seluruh peserta study tour memanjatkan doa agar perjalanan dapat berjalan dengan lancar. Beberapa kendala yang menyebabkan molornya pemberangkatan study tour kali ini adalah:
a.       Beberapa siswa yang tidak datang tepat waktu.
b.      Bus yang datang terlambat.
B. Perjalanan Menuju Obyek Wisata
            Tepat pukul 05.00 WIB kami berangkat dari SMA Negeri 1 Ngunut dan memulai perjalanan menuju ke Lamongan. Study tour kali ini diikuti oleh sekitar 120 peserta dan terbagi ke dalam 2 Bus dari PO. Harapan Jaya Tulungagung.
            Perjalanan ke tempat wisata memakan waktu sekitar 6,5 jam.  Kami memasuki Kabupaten Lamongan sekitar pukul 10.00 WIB kemudian dilanjutkan dengan ke tempat-tempat wisata tujuan. Bus berhenti di depan Wisata Bahari Lamongan sekitar pukul 11.30 WIB. Perjalanan lebih lama dari biasanya karena pada saat perjalanan sempat singgah beberapa saat di SPBU untuk mengambil catering dan melepas penat di tengah perjalanan.
c. Berada di Lokasi Obyek Wisata
               Seusai turun dari bus, para siswa dan Pembina bergegas menuju ke gerbang masuk Wisata Bahri Lamongan (WBL) dengan icon kepiting raksasanya. Tujuan pertama kami adalah menuju ke Maharani Zoo & Goa. Kami berjalan melewati jembatan penyeberangan yang terhubung langsung dengan lokasi wisata Maharani Zoo & Goa.
               Tidak sampai 20 menit, kamipun telah sampai di depan gerbang Maharani Zoo & Goa dengan ornamen tradisionalnya. Atap gerbang terbuat dari daun tebu (daduk) sehingga menyuguhkan kesan tradisional pada kesan pertama melihatnya. Lama menunggu, akhirnya kamipun diberi tiket oleh pembina pendamping berupa gelang yang merupakan tiket untuk masuk ke Maharani Zoo & Goa dan juga Wisata Bahari Lamongan (WBL).
               Puas dengan berkeliling di area Maharani Zoo & Goa, kami kembali ke bus untuk sekedar melepas lelah dan menikmati makan siang kami. Tak lama setelah itu, kami menuju ke area Wisata Bahari Lamongan. Namun sebelumnya Pembina pendamping telah berpesan untuk berkumpul di dalam bus pada pukul 15.30 WIB.
            Pukul 16.30 barulah seluruh peserta study tour kali ini berkumpul dengan membawa segala oleh-oleh dan cindera mata. Semua peserta study tour bersiap pulang dengan wajah ceria mereka, karena study tour kali ini telah membawa kesenangan tersendiri untuk mereka.
d. Perjalanan Pulang
            Pada pukul 17.00 WIB kami mulai meninggalkan Kabupaten Lamongan menuju ke Kabupaten Tulungagung. Namun bus 2 mengalami sedikit kendala yaitu salah satu bannya yang bocor. Sehingga bus 2 sampai di sekolah pukul 24.00 WIB sedangkan bus 1 sampai di sekolah pukul 23.00 WIB. Kamipun pulang ke rumah masing-masing.

BAB III
METODOLOGI PENULISAN LAPORAN

3.1 Penyajian Data
                  Dalam karya tulis ini penulis akan menyebutkan terlebih dahulu garis besar sistematika karya tulis, agar pembaca mengetahui isi karya tulis ini secara jelas. Adapun sistematikanya adalah sebagai berikut :
                        BAB I             PENDAHULUAN
1.1  Latar Belakang Penulisan Laporan
1.2  Rumusan Masalah Penulisan Laporan
1.3  Tujuan Penulisan Laporan
                        BAB II TINJAUAN KEPUSTAKAAN
                                    2.1 Pengertian Obyek Wisata
                                    2.2 Macam-macam Obyek Wisata
                                    2.3 Kronologi Perjalanan Karya Wisata
                        BAB III METODOLOGI PENULISAN LAPORAN
                                    3.1 Penyajian Data
                                    3.2 Analisis Data
                                          A. Aspek Sosiologi
                                          B. Aspek Ekonomi
                                          C. Aspek Sejarah / Kebudayaan
                                          D. Aspek IPTEK
                                          E. Aspek Lingkungan Hidup
                        BAB IV PENUTUP
                                    4.1 Kesimpulan
                                    4.2 Saran-saran
                        DAFTAR KEPUSTAKAAN
                        LAMPIRAN-LAMPIRAN
3.2 Analisis Data    
                  Dalam  karya tulis ini kami menyajikan data seputar obyek Wisata Bahari Lamongan (WBL) dan Maharani Zoo & Goa. Penyajian ini meliputi peran kedua lokasi wisata tersebut ditinjau dari berbagai aspek yaitu aspek sosiologi, aspek ekonomi, aspek sejarah / kebudayaan, aspek IPTEK, aspek lingkungan hidup.
  1. Aspek Sosiologi
            Obyek wisata kaitannya dengan ilmu sosiologi yaitu dengan kita mengenal obyek wisata itu sendiri, maka kita akan dapat mengenal kehidupan sosial penduduk sekitar, berbagai dinamika sosial, dan bagimana peran obyek wisata dalam peningkatan taraf hidup masyarakat.
            Sebanding dengan banyaknya orang-orang yang berkunjung ke kawasan Wisata Bahari Lamongan (WBL) dan Maharani Zoo & Goa, baik dari daerah Lamongan maupun daerah lain di luar Kabupaten Lamongan, secara tidak langsung tali persaudaraan antar individu baik lokal, nasional maupun mancanegara (Internasional). Dengan terjadinya interaksi tersebut dipastikan antar pengunjung dengan masyarakat sekitar akan terjalin tali kekeluargaan yang berkesan di hati para pengunjung.
  1. Aspek Ekonomi
            Pariwisata menjadi kecenderungan global masyarakat. Karena itu di banyak sektor ini kemudian didaulat sebagai gardu depan untuk mendongkrak pendapatan ekonomi setelah sektor-sektor migas dan pertambangan tidak lagi bisa diandalkan. Di bidang ekonomi, pembangunan pariwisata telah menciptakan peluang kerja baik sektor formal maupun informal yang mampu menigkatkan pendapatan masyarakat, sehingga mengurangi jumlah pengangguran. Dengan terciptanya lapangan pekerjaan tersebut kehidupan masyarakat secara ekonomi juga lebih sejahtera.
            Namun disisi lain terjadi ironi dimana kesejahteraan tersebut  telah menghempaskan kohesi sosial dan harmonisasi sosial masyarakat baik antara anak dengan orang tua ataupun anak dengan tetangga dan masyarakat secara umum. Hal ini tidak lain dipicu oleh adanya berbagai perubahan dalam kehidupan masyarakat akibat terjadinya pengaruh kebudayaan yang dibawa oleh wisatawan.
            Jika dilihat dari segi ekonomi, Wisata Bahari Lamingan (WBL) dan Maharani Zoo & Goa memberikan manfaat yang sangat besar baik untuk masyarakat sekitar maupu masyarakat luar kota Lamongan. Adapun manfaat tersebut antara lain :
·         Bagi Masyarakat Sekitar:
         Obyek Wisata Bahari Lamongan (WBL) dan Maharani Zoo & Goa dapat menjadi sumber penghasilan bagi penduduk sekitar, karena dengan adanya obyek wisata ini, mereka mendapat pekerjaan yakni sebagai padagang yang berjualan di lokasi Wisata Bahari Lamongan dan Maharni Zoo & Goa. Dengan demikian dapat mengurangi jumlah pengangguran.
·         Bagi Masyarakat Luar Wilayah Lamongan :
            Obyek wisata inipun menjadi urat nadi sumber penghasilan tambahan bagi masyarakat di luar kota Lamongan. Hal ini karena selain penduduk lokal juga ada masyarakat luar yang bejualan di sekitar lokasi.
  1. Aspek Sejarah / Kebudayaan
            Daya tarik Wisata Bahari Lamongan (WBL) dan Maharani Zoo & Goa tidak hanya terletak pada fasilitas wisata yang lengkap dengan pemandangan lepas pantai Jawa, namun juga pada nilai sejarahnya. Pada tahun 1936, tidak jauh dari kedua lokasi tersebut, kapal penumpang Van Der Wijk tenggelam pada kedalaman 45 meter di pantai utara. Almarhum Buya Hamka pernah menimba inspirasi daerah tersebut guna menulis roman Tenggelamnya kapal Van Der Wijk yang terkenal itu.
            Wisata Bahari Lamongan dulunya hanya dikenal dengan nama Pantai Tanjung Kodok. Nama pantai Tanjung Kodok diambil dari legenda tentang asal usul pantai tersebut. Konon, pada zaman dahulu ada sepasang kekasih yang hubungannya tidak disetujui oleh ayah si gadis. Dan sampai akhirnya hubungan tersebut mengakibatkan si gadis hamil. Sehingga gadis itu dikutuk menjadi seekor kodok, begitu pula sang lelaki dan anak yang dilahirkan si gadis. Tubuh ketiganyapun seketika mengeras seperti batu dengan mulut ternganga menghadap kearah samudra.
  1. Aspek IPTEK
            Dalam memanfaatkan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK), Wisata Bahari Lamongan dan Maharani Zoo & Goa telah menggunakan sarana dan prasarana yang cukup modern. Hal ini terlihat pada teknologi yang digunakan dan tata ruang pada wahana-wahana yang telah disediakan.
            Selain itu, kedua lokasi wisata ini menampilkan berbagai macam informasi dan wahana-wahana berbobot yang dapat membantu para pengunjung untuk tetap belajar selagi mereka berwisata. Seperti halnya Goa Insectarium, Planet Kaca dan lain sebagainya.
            Bagi para pelajar baik dari taman kanak-kanak sampai dengan sekolah menengah atas, Wisata Bahari Lamongan (WBL) dan Maharani Zoo & Goa merupakan wahana edukasi yang sangat bermanfaat. Dan sangat disayangkan jika kita masyarakat jawa timur pada khususnya tidak pernah mengunjungi kedua tempak wisata yang bermanfaat ini.
  1. Aspek Lingkungan Hidup
            Kondisi lingkungan di area Wisata Bahari Lamongan (WBL) dan Maharani Zoo & Goa ada yang telah memenuhi syarat standar kesehatan, namun masih ada juga yang belum. Kondisi higienis dan sanitasi dasar (Sarana air bersih, jamban, sarana pembuangan air limbah, tempat sampah), rumah makan, kolam renang dan hotel berdasarkan penilaian secara observasional semua memenuhi syarat. Namun terdapat pula beberapa sudut wahana dengan sampah yang cukup berserakan, sehingga mengganggu pandangan.
            Sampah yang berserakan tersebut diakibatkan oleh para pengunjung yang tidak bertanggung jawab yang tidak bisa menjaga kelestarian alam. Mereka mengandalkan petugas kebersihan pada area tersebut untuk membersihkan sampah-sampah sisa yang berupa sisa makanan yang mereka buang sembarangan. Padahal tak setiap waktu para petugas kebersihan tersebut bekerja.

BAB IV
PENUTUP
4.1 Kesimpulan
                  Berdasarkan uraian-uraian di atas, akhirnya kami dapat menarik kesimpulan antara lain :
  1. WBL merupakan obyek wisata yang timbul akibat proses sejarah Lamongan.
  2. Sebagai kota wisata, WBL menjadi salah satu tujuan utama para wisatawan, baik domestik maupun wisatawan macanegara, karena keindahannya yang eksotik dan mempesona.
  3. Pemerintah dan masyarakat setempat berperan aktif dalam upaya melestarikan budaya dan obyek-obyek wisata di Kota Lamongan.
  4. WBL dan Maharani Zoo & Goa merupakan wisata edukasi yang wajib dikunjungi oleh seluruh masyarakat karena manfaatnya yang luar biasa.
  5. Pulau Jawa khususnya Jawa Timur memiliki berbagai macam tempat wisata edukasi yang cocok untuk rekreasi keluarga.
4.2 Saran-saran
                        Dari kesimpulan-kesimpulan di atas akhirnya kami dapat memberikan beberapa saran diantaranya:
  1. Agar pemerintah mempromosikan obyek-obyek wisata di Kota Lamongan sehingga dapat menarik lebih banyak lagi wisatawan, baik wisatawan domestik maupun wisatawan mancanegara.
  2. Harusnya pengunjung dan masyarakat setempat lebih sadar lagi dalam menjaga ketertiban dan kebersihan di semua obyek wisata yang dikunjungi sehingga obyek-obyek wisata tersebut tetap terlihat nyaman, bersih dan menarik
  3. Agar pemerintah pusat dan daerah mengupayakan pemerataan pembangunan di setiap lokasi obyek wisata di Kota Lamongan.
                 

DAFTAR KEPUSTAKAAN

v  Brilian, Apip dkk.2005.Menyibak Keindahan Kota Lamongan. Gramedia: Jakarta
v  Dirjen dkk.1980. Geografi Indonesia I dan II. Balai Pustaka: Jakarta
v  Doni,Doraja.2005. Pedoman Penulisan Penelitian dan Skripsi. UGM story book: Yogyakarta
v  Koentjoroningrat.1976.Manusia dan Kebudayaan di Indonesia. Erlangga: Jakarta
v  http:// www.objects.wordpress.com









                                                                                   

LAMPIRAN